Pantai Jepara Di Banjiri Sampah

Jepara, corner March 10th, 2010

Pantau Teluk Awur Jepara Di Banjiri Sampah

Di kota Jepara ada sebuah desa yaitu Teluk Awur dan desa tersebut mempunyai pantai yang biasanya tiap hari ramai dikunjungi oleh wisatawan dari luar kota maupun dari kota jepara sendiri apalagi pada sore hari  pasti banyak pengunjung yang melihat sunset di pantai tersebut, akan tetapi setelah terjadi hujan yang lebat yang mengakibatkan sungai sungai di daerah sekitar meluap dan mengalir ke pantai ini , sungai tersebut membawa sampah yang banyak ke laut , saya melihatnya heran, kok banyak sekali yah sampah sampah seperti tempat pembuangan sampah saja di pantai ini. huft. ! bagaimana ini dinas persampahan, bahahaha..!!

Meliihat gambar yang sebelah  kiri, pantai dan pasirnya terlihat indah dan bersih, akan tetapi setelah adanya hujan lebat dan banjir, akhirnya kondisi pantai tersebut seperti yang di gambar sebelah kanan, seperti  di Pantai di Banjiri Sampah saja, huft,l

apakah sudah menjadi tradisi bahwa membuang sampah pada sungai. buanglah sampah pada tempatnya,  apakah sungai itu tempatnya ? mohon kesadaranya buat teman teman yang membaca maupun yang melihat (pemirsa) untuk tidak membuang sampah sampah sembarangan, jangan membuang sampah di sungai, marilah sadar mulai dari diri sendiri. Read the rest of this entry »

Horog-Horog Makanan Khas Jepara

Jepara, Kuliner, corner March 3rd, 2010

Horog horog, apa an sih itu.? mungkin kalau anda belum pernah mencicipi makanan ini akan tidak tahu makanan apa ini, horog horog yaitu makanan yang terbuat dari bahan gandum, enak rasanya dan cocok buat untuk sesajian makanan, cara memakan nya juga beraneka ragam, di makan dengan kecap, atau dicampur dengan bakso. ataupun di campur dengan es campur, hmmm,,,wenak tenan. kalau anda orang jepara atau yang pernah ke jepara tentunya sudah ngerti dan mencicipi jenis makana ini, makanan horog horog ini termasuk makanan khas jepara, di lihat dari segi bentuk dan warna makanan ini juga rada aneh, tapi rasanya begitu menggoda untuk memakan nya. mau mencoba? Read the rest of this entry »

Mengusung Tenun Troso ke Sekolah

Jepara February 16th, 2010

PESONA warna dan motif Kain Tenun Troso telah terbukti di jagat industri tekstil di Indonesia. Selain ukiran dan mebel, tenun troso juga menjadi andalan industri dan pariwisata Jepara. Maka sangat disayangkan jika tenun troso yang ada sejak dulu ditinggalkan masyarakat pendukungnya.

Fakta sekarang toko-toko pakaian jadi di Jepara tak banyak yang menjual kemeja berbahan tenun torso. Hal ini, apakah disebabkan corak dan motif yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, atau jangan-jangan masyarakat memang enggan memakainya.

Pasalnya kemeja yang dibuat dari kain tenun torso kini identik dengan seragam. Mulai seragam kerja dinas instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara sampai seragam perkumpulan pengajian bapak-bapak ataupun ibu-ibu PKK di desa-desa. Nampaknya pelaku industri kain tenun troso belum membidik pasar anak-anak dan remaja.

Inisiatif Pemkab Jepara menelurkan peraturan daerah (perda) yang mewajibkan pegawai  negeri ataupun swasta di instansi pemerintah harus mengenakan seragam berbahan tenun troso patut diacungi jempol.

Kebijakan memakai seragam troso diberlakukan pada hari Kamis hingga Sabtu, yaitu warna biru untuk hari Kamis dan Jumat. Sedangkan hari Sabtu warna bebas, sesuai dengan selera pemakainya.

Langkah tersebut harus kita sambut baik. Artinya, ketika kita mengenakan seragam tersebut dengan senang hati dan bangga. Tak perlu bersungut-sungut atau risi mengenakan seragam tenun dari Desa Troso Kecamatan Pecangan itu.

Minimal, kebijakan tersebut demi menjaga dan melestarikan salah satu kekayaan kesenian dan kebudayaan Jepara. Selain itu, juga meningkatkan produksi dan pasar lokal.

Sayang, kebijakan yang mengharuskan memakai seragam tenun troso tersebut memutus mata rantai pelestari, pecinta, dan pemakai kain tenun troso. Pasalnya yang dibidik hanya generasi tua. Kebijakan yang membidik anak-anak dan remaja belum dilahirkan. Read the rest of this entry »

Noordin M TOP Punya Istri Orang Jepara

Jepara, corner August 13th, 2009

Noordin M TOP bersama Istri JeparaMUNFIATUN JEPARA

Suatu hari pada Juni 2004, dia berkenalan dengan seorang perempuan di Malang, Jawa Timur. Namanya Munfiatun. Perempuan itu asli Pecangakan Kulon, Jepara. Dia sebetulnya punya ijazah sarjana pertanian. Tapi Munfiatun juga fasih sebagai pengajar bahasa Arab di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Subang, Jawa Barat.

Ketika berkenalan itu, Noordin mengaku dia buronan polisi, dan namanya bertebaran di media massa. Noordin meminta Munfiatun bersedia menjadi isterinya. Munfiatun mengangguk. Noordin menasihati Munfiatun agar siap menjadi isteri mujahid (ini artinya pejuang di jalan Allah). Pada bulan itu juga mereka menikah di Kapas Madya, Surabaya.

Pernikahan ini tak tercatat di Kantor Urusan Agama setempat. Para saksi pernikahan, dan pembaca kotbah, semuanya adalah rekan Noordin. Di antara mereka ada yang terlibat dalam aksi terorisme. Pengantin baru Noordin dan Munfiatun berbulan madu di vila di Tretes, Pasuruan. Dari situ, mereka pindah ke Dinoyo, Malang. Pengantin itu menginap di sana tiga malam. Mereka lalu mengontrak rumah di Jalan Patiunus, Desa Krampayangan, Bugul Kidul, Pasuruan.

Di sini, mereka menikah lagi di Balai Nikah KUA Kraton, Pasuruan pada 7 Juli 2004. Pernikahan ini tercatat dalam Buku Akad Nikah. Noordin disebutkan seorang perjaka dengan nama Abdur Rahman Aufi, warga negara Indonesia kelahiran 3 Maret 1972, anak ketiga dari Muhammad Aufi dan Hamidah, serta beralamat di Tuwowo Rejo, Keluarahan Gading, Tambaksari, Surabaya.
Keterangan itu kemudian dipakai Noordin mengurus Kartu Keluarga Sementara dan Kartu Tanda Penduduk. Mereka menetap di Pasuruan hingga 20 Juli 2004. Setelah itu Noordin menghilang dari kampung ini.

Read the rest of this entry »