Noordin M TOP bersama Istri JeparaMUNFIATUN JEPARA

Suatu hari pada Juni 2004, dia berkenalan dengan seorang perempuan di Malang, Jawa Timur. Namanya Munfiatun. Perempuan itu asli Pecangakan Kulon, Jepara. Dia sebetulnya punya ijazah sarjana pertanian. Tapi Munfiatun juga fasih sebagai pengajar bahasa Arab di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Subang, Jawa Barat.

Ketika berkenalan itu, Noordin mengaku dia buronan polisi, dan namanya bertebaran di media massa. Noordin meminta Munfiatun bersedia menjadi isterinya. Munfiatun mengangguk. Noordin menasihati Munfiatun agar siap menjadi isteri mujahid (ini artinya pejuang di jalan Allah). Pada bulan itu juga mereka menikah di Kapas Madya, Surabaya.

Pernikahan ini tak tercatat di Kantor Urusan Agama setempat. Para saksi pernikahan, dan pembaca kotbah, semuanya adalah rekan Noordin. Di antara mereka ada yang terlibat dalam aksi terorisme. Pengantin baru Noordin dan Munfiatun berbulan madu di vila di Tretes, Pasuruan. Dari situ, mereka pindah ke Dinoyo, Malang. Pengantin itu menginap di sana tiga malam. Mereka lalu mengontrak rumah di Jalan Patiunus, Desa Krampayangan, Bugul Kidul, Pasuruan.

Di sini, mereka menikah lagi di Balai Nikah KUA Kraton, Pasuruan pada 7 Juli 2004. Pernikahan ini tercatat dalam Buku Akad Nikah. Noordin disebutkan seorang perjaka dengan nama Abdur Rahman Aufi, warga negara Indonesia kelahiran 3 Maret 1972, anak ketiga dari Muhammad Aufi dan Hamidah, serta beralamat di Tuwowo Rejo, Keluarahan Gading, Tambaksari, Surabaya.
Keterangan itu kemudian dipakai Noordin mengurus Kartu Keluarga Sementara dan Kartu Tanda Penduduk. Mereka menetap di Pasuruan hingga 20 Juli 2004. Setelah itu Noordin menghilang dari kampung ini.

Rupanya selama menghilang itu, Noordin dan teman-temannya, merancang peledakan kantor Kedutaan Besar Australia, Kuningan, Jakarta Selatan. Aksi ini diwujudkan pada September 2004. Seorang rekannya, Heri Gulon, meledakkan diri di depan kedutaan itu. Setelah beraksi, Noordin kabur. Seperti biasa, dia selalu berpindah-pindah tempat.

Adapun isterinya, Munfiatun, akhirnya ditangkap polisi. Dia diadili di Pengadilan Negeri Pasuruan, Januari 2005. Dia didakwa menyembunyikan buronan Noordin M. Top. Majelis hakim menghukumnya tiga tahun penjara, pada 9 Juni 2005.

Munfiatun sempat dikirim ke penjara wanita di Malang. Dia menutup diri dari pergaulan. Mulutnya terkunci rapat kalau bicara soal Noordin. Waktunya dihabiskan dengan membaca buku-buku Islam, yang dipinjam dari mobil perpustakaan keliling milik Pemerintah Kota Malang.

Saat Bom Bali II meletus –yang juga diduga dilakukan oleh Noordin bersama teman-temannya—, Munfiatun masih dalam penjara. Dia dapat remisi sembilan bulan, dan Munfiatun menghirup udara bebas pada 1 Januari 2007. Dia kembali ke rumah orang tuanya di Jepara.

Setelah bebas, wartawan sempat bertanya soal kelangsungan perkawinannya dengan Noordin M. Top. “Akan memikirkannya nanti. Ini sudah takdir, saya pasrah,” katanya. Setelah itu, kabar tentang Munfiatun meredup dari media massa. Kini keberadaannya gelap. Jejaknya di beberapa tempat lenyap.
Setelah meledakkan tiga kafe di Bali pada 2005, Noordin kembali menghilang. Dia tampaknya menyelinap di antara jejaring rekan-rekannya. Mereka, para rekannya itu seperti yang berhasil disisir polisi, pernah berlatih di Afganistan, Mindanao, atau terlibat dalam konflik bersenjata di Ambon dan Poso.
Dalam pelariannya ini, Noordin meninggalkan isteri pertamanya, dan mengincar istri baru. Dia sempat menggaet gadis dari Cilacap, Jawa Tengah, dan dara Bogor, Jawa Barat.

Lalu setelah mencuri hati para perempuan itu, dia menghilang lagi. Namanya lalu disebut-sebut lagi oleh polisi sebagai otak tersangka peledakkan Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 17 Juli 2009. (berbagai sumber/jpnn)

Sumber



One Comment to “Noordin M TOP Punya Istri Orang Jepara”

  1. blogger jepara | August 23rd, 2009 at 03:16

    wah.. ayo join blogger jepara.. posting berita terkini di sini..

    please join..

Leave a Comment

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.
Anti-Spam Image