Noordin M TOP Punya Istri Orang Jepara
Jepara, corner August 13th, 2009
Suatu hari pada Juni 2004, dia berkenalan dengan seorang perempuan di Malang, Jawa Timur. Namanya Munfiatun. Perempuan itu asli Pecangakan Kulon, Jepara. Dia sebetulnya punya ijazah sarjana pertanian. Tapi Munfiatun juga fasih sebagai pengajar bahasa Arab di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Subang, Jawa Barat.
Ketika berkenalan itu, Noordin mengaku dia buronan polisi, dan namanya bertebaran di media massa. Noordin meminta Munfiatun bersedia menjadi isterinya. Munfiatun mengangguk. Noordin menasihati Munfiatun agar siap menjadi isteri mujahid (ini artinya pejuang di jalan Allah). Pada bulan itu juga mereka menikah di Kapas Madya, Surabaya.
Pernikahan ini tak tercatat di Kantor Urusan Agama setempat. Para saksi pernikahan, dan pembaca kotbah, semuanya adalah rekan Noordin. Di antara mereka ada yang terlibat dalam aksi terorisme. Pengantin baru Noordin dan Munfiatun berbulan madu di vila di Tretes, Pasuruan. Dari situ, mereka pindah ke Dinoyo, Malang. Pengantin itu menginap di sana tiga malam. Mereka lalu mengontrak rumah di Jalan Patiunus, Desa Krampayangan, Bugul Kidul, Pasuruan.
Di sini, mereka menikah lagi di Balai Nikah KUA Kraton, Pasuruan pada 7 Juli 2004. Pernikahan ini tercatat dalam Buku Akad Nikah. Noordin disebutkan seorang perjaka dengan nama Abdur Rahman Aufi, warga negara Indonesia kelahiran 3 Maret 1972, anak ketiga dari Muhammad Aufi dan Hamidah, serta beralamat di Tuwowo Rejo, Keluarahan Gading, Tambaksari, Surabaya.
Keterangan itu kemudian dipakai Noordin mengurus Kartu Keluarga Sementara dan Kartu Tanda Penduduk. Mereka menetap di Pasuruan hingga 20 Juli 2004. Setelah itu Noordin menghilang dari kampung ini.

About



